Tutorial Routing menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracert

Routing adalah proses menghubungkan dua atau lebih network. Jika biasanya suatu komputer host hanya dapat terhubung ke komputer host lain di network yang sama. Maka dengan routing, komputer host tersebut dapat terhubung ke komputer host lain di network yang berbeda. Pada tutorial kali ini, admin ingin menyampaikan bagaimana melakukan routing jaringan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracert. Perhatikan gambar di bawah ini:

Pada gambar di atas, terdapat dua buah network yang berbeda yaitu 192.168.100.0/24 dan 192.168.200.0/24. Kedua network ini terhubung ke router yang memiliki port dengan ip address 192.168.100.1/24 (FastEthernet0/0) dan 192.168.200.1/24 (FastEthernet1/0). Konfigurasi PC dan Router tersebut dapat anda lihat pada gambar di bawah:

Konfigurasi IP Address Router
Konfigurasi IP Address PC

Selanjutnya ke proses routing. Routing dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Static dan Dynamic (RIP). Routing static, mengharuskan kita menulis secara rinci dari network mana ke network mana data dapat dikirim. Sedangkan Routing Dynamic/RIP, hanya perlu menuliskan network-nya saja.

1. Routing Static

  • Buka perangkat Router
  • Lalu pilih tab Config
  • Pilih menu Static
  • Isikan Network address, subnet mask, dan network yang dituju oleh jaringan tersebut
  • Setelah itu klik Add
  • Masukan Network address kedua beserta subnet mask dan network yang dituju, lalu klik Add

2. Routing Dynamic / RIP

  • Buka perangkat Router
  • Lalu pilih tab Config
  • Pilih menu RIP
  • Isikan Network address
  • Setelah itu klik Add Masukan Network address kedua, lalu klik Add

Pengujian

Pengujian dilakukan dengan mengirim Ping dari komputer host ke komputer host lain di jaringan yang berbeda. Misalkan dari komputer 192.168.100.3/24, buka perangkat tersebut, lalu pilih tab desktop. Klik Command Prompt, lalu jalankan perintah #ping 192.168.200.3. Jika muncul reply seperti ini, maka konfigurasi routing telah berhasil

Leave a Reply