Konfigurasi System Debian Part #5 : DNS Server

Hai binerian, jumpa lagi bersama admin fajri disini. Pada tutorial kali ini kita akan melanjutkan Konfigurasi System Debian part ke #5 yaitu tentang DNS Server. Sebelum lanjut ke tutorial konfigurasinya, admin akan ngasih tau kamu apa itu DNS Server.

DNS Server atau Domain Name System Server merupakan sebuah server yang bertugas untuk mentraslasi IP address ke nama domain ataupun sebaliknya. Sehingga, kita tidak perlu susah payah menghafal alamat IP situs tertentu untuk dapat mengunjunginya. Dalam DNS Server terdapat 2 proses utama yaitu Forward dan Reverse. Forward yaitu dimana saat client ingin menuju alamat suatu domain maka DNS Server akan mentranslasikannya menjadi sebuah alamat IP. Sedangkan Reverse berfungsi untuk mengubah alamat IP menjadi sebuah domain. Sekian dulu penjelasan singkatnya, kita lanjut ke alat dan bahan.

Alat dan Bahan

Pada tutorial kali ini, yang dibutuhkan adalah :

  1. sistem operasi Debian 10 yang sudah terinstall baik di komputer ataupun pada virtual machine.
  2. Komputer telah terhubung ke jaringan, baik itu menggunakan kabel ataupun wi-fi.
  3. Memiliki CD 2 Debian 10, karena aplikasi DNS Server yang kita butuhkan ada di sana. Opsi lain adalah dengan mendownload file instalasi .deb nya di internet.

Langkah-langkah

1. Masuk ke akun root dengan menjalankan perintah # su . Kemudian masukkan password untuk akun root kamu.

2. Cek ip address kamu dengan menjalankan perintah # ip addr . Pada gambar di bawah nampak ada 2 perangkat jaringan yaitu lo sebagai loopback/localhost serta enp0s3 sebagai lan. Disini admin menggunakan ip address 192.168.43.2 , pada langkah selanjutnya silahkan ganti ip ini menyesuaikan dengan ip address kamu.

3. Install aplikasi DNS Server, di sini kita menggunakan Bind9 dengan menjalankan perintah # apt-get install bind9 -y . Jika muncul warning seperti pada gambar berikut, masukkan CD 2 Debian dan tekan enter.

4. Jika installasi sudah berhasil, selanjutnya kita buka file named.conf dengan menjalankan perintah # nano /etc/bind/named.conf

5. Tambahkan baris seperti pada gambar berikut. Sesuaikan nama domain dengan yang kamu inginkan pada zone domain. Lalu pada zone reverse, gunakan 3 oktet pertama pada ip address kamu, lalu balik penulisannya

6. Selanjutnya kita salin file forward dan reverse default ke folder /var/cache/bind/ dengan cara seperti berikut

7. Pertama kita ubah isi dari file forward nya dengan menjalankan perintah # nano /var/cache/bind/db.binerian

8. Ubah semua kata localhost menjadi nama domain kamu, lalu ubah ip 127.0.0.1 menjadi ip address kamu. Disini kamu bisa menambahkan sub domain dengan cara seperti pada gambar berikut

9. Selanjutnya kita ubah isi pada file reverse dengan menjalankan perintah # nano /var/cache/bind/db.192

10. Sama seperti sebelumnya, ubah semua kata localhost menjadi nama domain kamu. Selanjutnya pada sisi kiri bawah terdapat angka 1 yang merupakan oktet terakhir dari ip localhost yaitu 127.0.0.(1) . Ubah angka 1 ini menjadi oktet terakhir dari ip address kamu.

11. Selanjutnya kita ubah nameserver nya dengan menjalankan perintah # nano /etc/resolv.conf . Kemudian tambahkan baris seperti berikut (sesuaikan dengan nama domain dan ip address server kamu)

12. Terakhir restart aplikasi bind9 untuk menjalankan konfigurasi sebelumnya dengan perintah # /etc/init.d/bind9 restart

13. Selanjutnya tahap pengujian, gunakan perintah # nslookup binerian.com dan # nslookup 192.168.43.2 . Jika berhasil maka akan tampil seperti berikut

DNS Server telah berhasil dibuat. Jika muncul error perintah tidak diketahui, install terlebih dahulu dengan menjalankan perintah # apt-get install dnsutils. Kemudian jika muncul error saat menguji domain, cek kembali konfigurasi pada file forward dan jika muncul error saat menguji ip address, cek kembali konfigurasi pada file reverse. Sekian tutorial kali ini, kita ada pertanyaan silahkan komentar di bawah ya, see you next time

Leave a Reply